100 hari kerja pemerintahan Sukri-Tomy

S__4743255

BulukumbaKeren.com – Di era persaingan global, konsumen menuntut produk/jasa yang bermutu, termasuk masyarakat atas pelayanan publik yang mereka terima dari pemerintah daerah. Sejalan dengan pergeseran paradigma tersebut, organisasi termasuk di dalamnya pemerintah daerah, berlomba-lomba menerapkan strategi untuk meningkatkan mutu produk layanannya. Salah satu strategi yang banyak digunakan organiasi adalah dengan menerapkan sistem manajemen mutu (SMM) berbasis ISO 9001:2008.

Namun apa jadinya jika masyarakat membuat standar penilaian sendiri ?

“main hakim sendiri” adalah sebuah metafora yang tepat untuk mengartikulasikan kondisi saat ini, 100 hari kerja sebagai range waktu yang ditetapkan dan bangunan fisik dan kebijakan monumental sebagai instrumen utama dalam penilaian kinerja, terlebih jika ada kontrak politik yang pernah dijanjikan oleh kepala daerah saat kampanye dimasa pemilihan.

Bulukumba sebagai sebuah kabupaten yang baru saja menghelat pemilihan di 2015 lalu, kini telah memiliki nakhoda baru yang dalam beberapa bulan terakhir kerap mengambil langkah-langkah yang  tidak populer dari pakem sebuah kepemimpinan, bahkan untuk skala kabupaten Bulukumba belum pernah ada. Sebut saja, menjawab kritik netizen di sosial media, menampung aspirasi liar dari jalanan dan sosial media kemudian difollow up ke dalam FGD bersama stakeholder terkait, pelibatan kaum difabel dalam perencanaan pembangunan, pelibatan pemuda dalam agenda pembangunan dan responsif terhadap isu yang beredar.

Salah satu contoh pertanyaan yang berkembang belakangan ini adalah “100 hari kerja yang belum melakukan apa apa, hanya bersih-bersih dan yang terakhir bahkan dikatakan NOL BESAR”.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya berkembang di sosial media, namun pemerintah melalui wakil bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto memberi jawaban kepada publik melalui sosial media terkait hal tersebut, seperti dikutip dari status facebook milik Tomy Satria  dengan status yang santai menjelang jam istirahat seperti ini :

Sahabat semua, apa kabar? Bagi yang siap-siap menuju peraduan, selamat beristrahat semoga besok pagi terbangun dengan semangat baru untuk memulai hari baru.

Ada beberapa kawan bertanya kepada saya, apa yang telah dilakukan oleh Bupati AM Sukri A Sappewali dan Tomy Satria rentang 100 hari pemerintahannya? Sepertinya belum ada, malah ada yang dengan bercanda bahwa masih nol besar dan menyatakan hanya berhasil selfie selfie saja😅.

Walau tidak ada kontrak politik apa-apa tentang program 100 hari, saya ingin menjawab pertanyaan itu.

Jawabannya Bisa benar bisa tidak. Tergantung persepsi masing-masing. Sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu, pemerintahan ini disibukkan untuk melakukan konsolidasi internal dan membereskan beberapa urusan pemerintahan lalu.

Beberapa hal yang ingin saya sampaikan perubahan yang terjadi antara lain, tidak ada lagi kejadian pungli seperti kejadian yang menjadi konsumsi media rentang berapa tahun terakhir ini.
Mutasi yang dilakukan tidak ada lagi pasal-pasal dan ayat-ayat seperti yang dikeluhkan. PNS mengurus pembaruan SK tidak lagi dipungut biaya. Ada yang mengalami kejadian itu sekarang? Laporkan kepada Bupati atau saya dan Insya Allah akan ditindak lanjuti sesegera mungkin.

Hal lain, pelayanan dasar kita semakin dibenahi. Buktinya, Dinas Capil terus berbenah dan proaktif melakukan pencatatan penduduk bulukumba. Mereka melakukan jemput bola dengan perekaman data penduduk langsung ke desa.

Rumah sakit juga semakin berbenah. Masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, tetapi setidaknya sudah ada perubahan perubahan yang menggembirakan. Sudah ada front office, penambahan dokter ahli, perbaikan pelayanan dll adalah bentuk komitmen untuk membenahi diri.

Fyi, salah satu tunggakan jasa layanan sebesar 5,7 M di RS dari pemerintahan lalu siap dibayarkan oleh pemerintahan sekarang. Termasuk membayar utang PIP 30 M pertahun selama 5 tahun akibat kebijakan pemerintahan sebelumnya.😄😅

Kabupaten Bulukumba juga meraih WTP untuk keempat kalinya berturut turut. Orang bilang ini kinerja pemerintahan lalu, betul. Tapi jangan nafikkan kinerja pemerintahan sekarang. Ingat, proses audit dilaksanakan pada bulan februari dan maret dimana AM Sukri A Sappewali dan Saya sudah dilantik. Komitmen kami memastikan pelaporan keuangan dan aset betul betul kami kawal. Bupati turun tangan langsung memastikan SKPD bekerja siang malam menyiapkan laporan keuangan dan aset serta turun langsung menindaklanjuti temuan awal BPK kepada rekanan dan melakukan high level coordination kepada BPK. Hasilnya WTP itu.

Selain itu, mungkin kita sepaham bahwa bulukumba sekarang lebih bersih dibandingkan sebelumnya. Sudah mulai tumbuh gerakan kolektif masyarakat untuk mewujudkan bulukumba yang bersih dan nyaman. Pembenahan taman, drainase dilakukan agar harapan masyarakat bisa terwujud. Doakan kita akan mendapatkan Adipura kembali sebagai simbol pengelolaan kebersihan dan sampah. Dan semoga Adipura ini adalah Adipura yang sesungguhnya karena secara fisik kabupaten kita sudah lebih bersih. Pun, Adipura tidak ditangan, komitmen mewujudkan Bulukumba Bebas Sampah tetap akan berjalan.
Bahwa masih ada ternak yang masih berkeliaran? Yakinlah pemerintah melalui satpol akan secara tegas melakukan penindakan berdasarkan perda yang disusun oleh pendahulu sebelumnya, setelah dilakukan pembinaan kepada pertenak sapi dan kambing yang belum dikandangkan.

Hal lain, Beberapa sekolah yang sebelumnya tidak berani dibuka oleh pemerintah kembali dibuka. Sebutlah SD di Bontonyeleng, SLB yang selama ini sepi dari perhatian kembali dibuka. Belum lagi sebagai informasi hasil ujian SMA/MA sekarang berada pada peringkat 9 setelah tahun lalu berada pada peringkat 20 di Sulsel.

Pariwisata kita juga semakin berbenah. Kita melakukan kampanye melalui media sosial secara massif untuk menarik wisatawan ke bulukumba. Beberapa proyeksi penataan akan dilakukan. Tapi setidaknya grand desain pariwisata kita telah diletakkan.

Belum cukup? Saat ini pemda melakukan inventarisir berapa lagi masyarakat kita yang belum memiliki JKN. Masih ada slot 16 ribu JKN yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Itulah sebabnya dinas kesehatan, capil dan dinas sosial turun ke desa melakukan identifikasi warga yang berhak mendapatkan JKN.

Pemerintahan sekarang juga responsif pada penyampaian aspirasi. Jika sebelumnya mungkin sahabat-sahabat yang menyalurkan aspirasinya sangat sulit bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati, sekarang cukup anda bawa wireless dan berdemontrasi, selama Bupati atau Wakil Bupati ada di kantor, kami akan menemui sahabat sekalian.

Bagaimana dengan proyek infrastruktur? tahun ini akan ada penambahan pengaspalan ruas jalan baru, pembangunan instalasi UGD di puskesmas, mobil ambulance 9 unit, pembangunan irigasi, distribusi handtractor dan pompa air, pembangunan kantor camat, sekolah dan masih banyak lagi. Silahkan sahabat mengawal agar program tersebut kualitasnya bisa dipertanggung jawabkan. Siapapun yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Jangan pandang bulu sahabat sekalian. Jangan karena yang melakukan pekerjaan itu adalah teman, keluarga atau sahabat sehingga grogi memberikan kritik😄😄😄

Apakah kami berhasil? Itu masih jauh, ini baru 3 bulan 14 hari pemerintahan berjalan. Belum banyak yang bisa kita banggakan. Tapi setidaknya pemerintah tidak tidur dalam mewujudkan harapan masyarakat. Kami akan bekerja keras agar visi kami dalam meyakinkan masyarakat pada pilkada lalu betul betul dapat terjadi.

Jikalau sahabat sekalian ingin menyalurkan hak pengawasan dalam kinerja pemerintahan AM Sukri A Sappewali dan saya, saya sarankan untuk mulai membaca draft dokumen RPJMD kabupaten Bulukumba 2015-2021. Disitulah dituliskan parameter kinerja pemerintahan yang akan dinilai. Setidaknya ada data yang bisa didiskursuskan sehingga kesimpulan yang kita ambil dalam penilaian kinerja pemerintahan ini betul-betul valid.

Selamat beristrahat sahabat. Bagi yang kurang sehat, kami doakan semoga lekas sembuh. Aamiin

Salam hangat,

Tomy Satria

 

Dalam status tersebut, beragam komentar dari netizen bermunculan seperti dibawah ini

Screenshot_13

Pos terkait

Facebook Comments

wa